MULTIMEDIA

MULTIMEDIA (12)

Kumpulan artikel seputar dunia Multimedia dan TIK.

Proses Produksi Film Dokumenter

Awal liburan semester ganjil 2014 ini beberapa siswi kelas X dari kompetensi keahlian Multimedia SMKN 1 Bojongsari Purbalingga berangkat menuju desa Banjaran kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Mereka tengah melakukan kegiatan shooting film untuk mengangkat kegiatan para perajin bilik (gedheg) di sana. Insya Allah, film yang bertemakan dokumenter ini akan diberi judul Bilik Banjaran karena memang di desa tersebut mayoritas barang yang diproduksi adalah bilik. Proses shooting mengalir begitu saja dan diusahakan senatural mungkin serta melibatkan warga desa untuk diwawancara bagaimana proses produksi membuat barang dari bambu tersebut.sinematografi-smkn1bojongsari-purbalingga-01

Kegiatan sinematografi ini sudah dipersiapkan proses Pra Produksinya selama dua bulan. Akhirnya terwujud juga dengan jumlah kru film sebanyak 4 orang. Setelah kegiatan Produksi ini akan dilanjutkan bagaimana caranya menyunting hasil shoot di lapangan agar menjadi karya sinema yang layak tonton. Lalu dilanjutkan dengan Pasca Produksi seperti publikasi.

sinematografi-smkn1bojongsari-purbalingga-02

Target dari film akan tayang insya Allah pada Januari 2015. Semoga kegiatan sinematografi di SMK ini mampu bermanfaat bagi mereka yang terlibat dalam proses pra produksi, produksi, pasca produksi sebagai sarana belajar di luar ruang juga bermanfaat bagi para warga desa Banjaran Purbalingga agar produknya dikenal dan digunakan oleh masyarakat luas. Amin..

Read more...

Kegiatan Street Photography

Salah satu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMK yang paling digemari oleh para siswa dan siswi adalah KBM yang diadakan di luar kelas. Karena bisa bebas bergerak dan terlebih lagi bisa jajan kalau nemu warung :-) Hehehe.. tapi itu sih tergantung gurunya juga sih. Kalau di SMK Negeri 1 Bojongsari ada lagi yaitu KBM di salah satu mata diklat Multimedia dengan materi Fotografi. Siapa sih yang kaga bangga bisa motret ini itu dengan kamera DSLR :-) Walau pun sebenarnya kamera pocket pun jadi tapi mungkin 'feeling'-nya beda ya kalau udah nenteng DSLR.

Akhirnya dengan inisiatif sendiri saya mengajak para siswa dan siswi saya dari kompetensi keahlian Multimedia untuk ikut kegiatan Komunitas Fotografer Purbalingga (KFP) yaitu hunting foto dengan tema Street Photography. Bareng dengan para fotografer lain dari KFP saya dari sekolah membawa 5 kamera, 2 DSLR dan 3 pocket yang dipakai secara bergantian. Pada intinya adalah praktik fotografi langsung di lapangan selain juga berburu dengan waktu dan belajar menjinakkan subject yang malu difoto.

Hasilnya, ya bisa kita lihat pada beberapa foto di bawah ini.

streetfotografi-smk-odong2

streetfotografi-smk-pijat

streetfotografi-smk-taman

streetfotografi-smk-kereta

Itulah semua foto hasil shot karya para siswa. Beberapa foto sudah lumayan dalam hal komposisi. Ke depannya semoga hasilnya menjadi lebih baik lagi. Amin..

Read more...

Apa itu Multimedia

Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi (Hofstetter 2001). Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia Game.

Multimedia juga dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda dalam menyampaikan informasi berbentuk text, audio, grafik, animasi, dan video.

Definisi Multimedia menurut beberapa ahli

  1. Rosch, 1996 : Multimedia adalah Kombinasi dari komputer dan video
  2. McComick, 1996 : Multimedia adalah Kombinasi dari tiga elemen: suara, gambar, dan teks
  3. Turban dan kawan-kawan, 2002 : Multimedia adalah Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar
  4. Robin dan Linda, 2001 : Multimedia adalah Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video
  5. Steinmetz (1995, p2) : Multimedia adalah gabungan dari seminimalnya sebuah media diskrit dan sebuah media kontinu. Media diskrit adalah sebuah media dimana validitas datanya tidak tergantung dari kondisi waktu, termasuk didalamnya teks dan grafik. Sedangkan yang dimaksud dengan media kontinu adalah sebuah media dimana validitas datanya tergantung dari kondisi waktu, termasuk di dalamnya suara dan video.
  6. Vaughan (2004, p1) : Multimedia adalah beberapa kombinasi dari teks, gambar, suara, animasi dan video dikirim ke anda melalui komputer atau alat elektronik lainnya atau dengan manipulasi digital.
Read more...

Simpan Data Di Awan (Cloud Computing)

Cloud Computing. Apa sih itu? Hmm, kurang lebih artinya adalah kegiatan komputasi di awan. Atau juga kurang lebih begini, kegiatan komputasi yang tidak melibatkan sumber daya di komputer lokal secara fisik. Jadi proses komputasi dan penyimpanan data dilakukan pada komputer lain atau komputer di tempat lain menggunakan jaringan komputer atau internet.

Salah satu contoh sederhana cloud computing adalah penyimpanan data yang menggunakan remote hard disk atau hard disk yang ada di komputer lain. Kita tidak perlu lagi menyimpan data di flash disk namun file dan data kita simpan pada komputer yang menyediakan fasilitas file sharing. Selanjutnya kita tinggal upload file kita dan kita dapat mengambilnya kembali (download) kapan saja di mana saja tanpa harus membawa media penyimpan data portable seperti flash disk atau hard disk external. File yang telah kita upload pun masih dapat kita bagi ke orang lain. Artinya di-sharing. Prosesnya adalah dengan men-generate link file yang sudah kita upload lalu mengirimkan link tadi ke orang lain, lewat e-mail misalnya. Jadi kita tidak usah colok flash disk untuk membagikan file kita ke orang lain. Terutama file yang berukuran besar. Nah sudah kelihatan kan kalau cloud itu butuh teknologi jaringan komputer terutama internet.

400px-Cloud applications

Contoh beberapa layanan cloud yang menyelenggarakan file sharing adalah Dropbox, BoxNet, Ziddu, 4Shared, RapidShare dan GoogleDrive. Kita akan mendapat beberapa Gb space untuk meletakkan data kita, gratis. Lumayan kan. Masih ada beberapa tipe cloud computing lain, misalnya adalah sistem operasi dan aplikasi cloud, jadi kita tidak perlu install semuanya. Alat atau gadget akan menyala langsung terhubung ke jaringan.. OS dan aplikasinya tidak terinstall di peralatan kita.

Artikel ini tentu saja ada hubungannya dengan kegiatan belajar mengajar siswa di kelas. Guru dapat meng-upload materi pelajarannya ke cloud lalu kemudian siswa dapat men-download-nya. Begitu juga sebaliknya, siswa dapat meng-upload hasil tugas sekolah dari guru, pekerjaan rumah dan project-nya ke cloud sehingga guru dapat menilainya dari mana saja. Akan lebih baik juga siswa mepunyai blog masing-masing sebagai sarana menuangkan kreatifitasnya juga untuk memajang hasil tugasnya.

Read more...

Download E-Book Animasi Menggunakan Flash

FlashAda request dari rekan sesama guru di Facebook yang meminta panduan belajar Animasi menggunakan Flash, baik itu yang masih di bawah Macromedia ataupun Adobe. Jadinya ya saya rangkum semua buku elektronik yang saya pakai sebagai panduan untuk mengajar animasi Flash di kelas. Semua saya dapatkan dari internet dari berbagai sumber dan sudah saya kompilasi dan kumpulkan menjadi satu sehingga mudah untuk mencarinya.

Jika Anda menginginkan belajar animasi Flash dari tingkat dasar sampai dengan yang interaktif seperti membuat Company Profile, Media Pembelajaran dan Game Flash juga ada.

Silahkan dipilah dan dipilh kira-kira buku elektronik Flash yang mana yang cocok dan bisa Anda pakai & terapkan di kelas.
Link untuk download e-book Animasi Flash ada di sini.

Read more...

Perbandingan Software Vector

Penggunaan software grafis, terutama program pengolah gambar vector untuk saya yang bekerja sebagai designer grafis (dan sekarang guru SMK jurusan Multimedia) adalah harga mati. Semakin banyak program yang kita kuasai maka semakin dihargai pula kita oleh atasan atau klien yang memakai jasa kita. Mengapa? Karena adakalanya si klien membawa contoh designnya sendiri yang dibuat dengan program yang belum tentu kita kuasai. Setelah itu kita diminta mengubah design yang sudah ada menurut keinginan mereka. Saya sering mengalami ini ketika menerima artwork dari klien yang dibuat dengan program CorelDRAW atau Freehand, padahal saya adalah pengguna program Adobe llustrator. Bisa dibayangkan kalo kita hanya bisa planga-plongo tidak bisa apa-apa dengan artwork dari klien itu. Lain halnya jika kita diminta membuat design dari awal yang tentunya dengan program yang biasa kita gunakan.

Read More

Itulah sebabnya saya kuasai semua program di atas karena di dunia design masih banyak perbedaan dalam penggunaan software design, terutama program pengolah vector. Untuk mengakomodasi keinginan klien dan jaga-jaga bila ada output final artwork yang diminta dalam kondisi file aslinya oleh pihak percetakan, repro atau si klien sendiri.

Berikut ini perbandingan ketiga program vector beserta kelebihan dan kekurangannya:

1. CorelDRAW

Inilah program design yang pertama kali saya gunakan dalam hidup saya. Sangat ngetop sampai-sampai saya belai-belain membeli bukunya untuk belajar. Mudah dipelajari dan pernah saya agung-agungkan sebagai software design terbaik sebelum kenal (dan pindah agama) ke Illustrator.

Kelebihan:

  • Amat mudah digunakan.
  • Sangat cocok untuk designer pemula.
  • Antarmuka program tidak membingungkan.
  • Penggunaan Blend sesuai dengan logika kita dan fleksibel (ada fasilitas akselerasi blend).
  • Mendukung multiple page.
  • Fasilitas gradient mesh yang lebih 'manusiawi' dari pada Illustrator.
  • Mampu membuat barcode dengan berbagai macam standard internasional.

Kekurangan:

  • Warna terkadang tidak akurat antara monitor dan printer.
  • Gradasi dan warna 'oplosan' yang disimpan bersama artwork agak susah diakses.
  • Pembuatan objek melalui path/pen tool dengan banyak icon sehingga terkesan rumit.
  • Terkadang ada keanehan ketika membuka file berformat eps.

2. Illustrator

Program andalan saya sehari-hari untuk membuat semua design mulai dari logo, packaging, iklan, layout dan sebagainya. Bekerja simultan dengan saudara tuanya, Photoshop dan adiknya, InDesign yang masih satu pabrik. Illustrator saya rekomendasikan kepada orang-orang yang berniat merintis karirnya sebagai designer grafis serius karena sudah menjadi standar dunia untuk aplikasi grafis pengolah gambar vektor.

Kelebihan:

  • Mudah digunakan.
  • Pembuatan objek dengan path/pen tool cukup sederhana paling mudah digunakan.
  • Antarmuka program dan shortcut konsisten dengan produk Adobe yang lain (Photoshop, InDesign).
  • Kolaborasi yang sangat baik dengan Photoshop, InDesign, Acrobat & Flash CS3.
  • Warna 'oplosan' dan gradasi dapat disimpan dengan cepat, cukup drag & drop.
  • Gradient Mesh, untuk membuat gambar vektor berkualitas foto-realistik.
  • Live Paint, fleksibel untuk membuat objek rumit tanpa harus membuat path ulang dan mengisinya dengan warna.

Kekurangan:

  • Penggunaan Blend tidak sesuai dengan logika kita. Ada langkah yang aneh untuk membuat blend melingkar. Harus terbiasa menggunakan fasilitas penting ini.
  • Berat, file simpan lumayan besar.
  • Tidak mendukung multiple page

3. Freehand

Freehand merupakan program kesayangan kabag design di tempat saya bekerja dulu. Jumlah penggunanya di Indonesia juga lumayan banyak. Tapi semenjak perusahaan pembuatnya, Macromedia, dibeli oleh Adobe maka keberadaannya sekarang dihentikan.

Kelebihan:

  • Mudah digunakan.
  • Fasilitas Mirror yang dapat digunakan untuk membuat efek rotasi secara presisi dan variatif (di program lain tidak ada).
  • File simpan termasuk kecil (tanpa ada embed image raster)
  • Mendukung multiple page

Kekurangan:

  • Keberadaannya discontinued alias sudah tidak ada release baru lagi.
  • Berat ketika artwork berisi objek-objek kecil berjumlah banyak (misal: Diagram part list).
  • Pembuatan objek melalui path terasa njlimet.

Akhirnya semua pilihan kembali kepada Anda untuk menentukan software vektor mana yang paling cocok untuk menunjang kreatifitas dan produktifitas pekerjaan Anda. Bukan program/softwarenya yang penting, tapi hasilnya dan juga bagaimana Anda mengerjakannya.

Read more...

Tempat Belajar HTML Yang Bagus

page html 128Halo warga SMK Negeri 1 Bojongsari Purbalingga, khususnya siswa/i yang sedang mendalami pembuatan web site. Seperti yang kita tahu, membuat web site kan ada 2 cara, coding mengunakan HTML+CSS atau yang praktis menggunakan CMS (Content Management System). Jika kalian ingin belajar membuat web site menggunakan HTML (coding) dari internet sebagai sumbernya, ada lho sebuah web site yang membahas hal tersebut. Namanya HTML CSS Guides.com.

Penjelasannya sangat komperhensif atau menyeluruh. Di web site ini kamu bisa belajar membuat web site menggunakan HTML dari dasar sampai dengan styling/design menggunakan CSS.

Selain alamat di atas, ada lagi tempat belajar yang bagus :

Dasar Pemrograman HTML - UNTUK PEMULA dan pastinya yang ini juga.

Lumayan kan bisa belajar gratis.

Read more...

SMK Multimedia = SMK Design Grafis?

multimedia-bidang-ti-atau-bukan

Pertanyaan itu pernah muncul dari salah seorang siswa saya di awal-awal mata diklat produktif multimedia. Hal ini terlontar karena saya menerangkan beberapa prospek lapangan kerja dan profesi yang dapat dilakoni oleh seorang lulusan SMK jurusan Multimedia nantinya.

Pernyataan yang mungkin tepat ialah dengan menarik lagi maksud tujuan dari dibukanya jurusan atau program keahlian Multimedia ini yaitu peserta didik mampu membuat produk dan memproduksi segala konten informasi yang berkaitan dengan media teks, gambar, gambar bergerak (animasi, video) serta suara (audio).

Lalu produknya apa saja?

  • Mulai dari produk yang mengandung teks dan gambar seperti barang cetak dan design produk,
  • Mengandung gambar bergerak (animasi/video) seperti film, video clip, animasi serta produk interaktif (itu lho, produk yang melibatkan pembaca atau penonton untuk menghasilkan suatu informasi, contohnya CD Interaktif dan web),
  • Mengandung unsur suara seperti musik, sound editing dan lain-lain. Read More

Lalu apa hubungannya dengan pertanyaan siswa saya di atas tadi. Hubungannya adalah dia merasa bahwa ada beberapa Kompetensi Dasar di jurusan Multimedia ini yang 'melulu' berkaitan dengan pekerjaan dan proyek gambar menggambar. Saya sedikit setuju dengan pendapatnya walau harus saya luruskan karena itu adalah hasil pikirannya yang baru masuk jurusan ini. Jadi belum mengetahui semua kompetensi dari kelas satu sampai kelas tiga. Maklum lah, namanya juga masih anak-anak. Sebagai guru, saya bantu meluruskan pandangannya.

Kompetensi Dasar yang berkaitan dengan dunia design diberikan karena memang dasar-dasar design mulai dari sejarah design, perkembangan design grafis sampai digunakannya Teknologi Informasi dalam dunia design akan menjadi tonggak & pondasi kompetensi peserta didik jurusan Multimedia ini dalam mengolah produk-produk Multimedia ke depan nantinya. Pemahaman tentang Nirmana, Teori Warna, Dasar-Dasar Seni Grafis, Typografi, Pengenalan Tentang Fotografi dan beserta penguasaan perangkat lunak pendukungnya akan menjadi modal dasar pada kompetensi Multimedia selanjutnya di semester-semester berikutnya.

Ini juga berkaitan erat dengan pemakaian infrastruktur TI yang sangat intens sehingga tidak heran jika jurusan Multimedia memasuki ranah TIK di SMK yang terdiri dari program jurusan Teknik Komputer & Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak. Intinya dalah penggunaan TIK dalam memproduksi konten multimedia adalah mutlak diperlukan.Coba deh perhatikan pelukis jaman dulu dengan sekarang pakainya apa. Jaman dulu perupa lukis senjatanya kan kuas, kanvas dan cat. Lalu orang komputer senjatanya ya komputer. Kalau pelukis jaman sekarang, sudah pakai komputer dan Wacom :-)

Definisi Desain Grafis

Salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi. Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, multimedia, industri dan lain-lain. Tidak seperti jurusan TIK lainnya yang bersifat 1+1=2 maka di jurusan Multimedia hasilnya bisa terjadi lain karena unsur kreatif dan seni ada di sini.

Pertanyaan lain yang mungkin timbul setelah membaca sepenggal tulisan ini adalah apakah siswa harus jago gambar atau siswa akan dididik menjadi ahli gambar atau jurusan ini semata-mata mengajar pelajaran menggambar? Tentu tidak, namun kemampuan/kompetensi menggambar memang diperlukan ketika akan menuangkan ide-ide dan konsep. Contohnya seperti penggunaan gambar sketsa dan storyboard ketika akan membuat sebuah produk multimedia seperti iklan TV, animasi dan film. Orang tentu akan cenderung lebih memahami lewat bahasa gambar dari pada bahasa tulisan.

Menurut tulisan Slamet Suyanto dalam blognya di http://slametsuyanto.net seperti tertera ini :

Ada beberapa tokoh menyatakan pendapatnya tentang desain grafis yang saya ambil dari situs http://id.wikipedia.org.

Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai ” aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri“. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.

Sedangkan Jessica Helfand dalam situs http://www.aiga.com/ mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.

Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.

Menurut Michael Kroeger visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).

Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual.

Sedangkan Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan.

Kategori Desain Grafis

Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:

  • Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.
  • Web Desain: desain untuk halaman web.
  • Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.
  • Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) : merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.
  • Desain Produk, 3 Modelling, Pemaketan dan sejenisnya.

Program Pengolah Grafis

Oleh karena desain grafis dibagi menjadi beberapa kategori maka sarana untuk mengolah pun berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan dan tujuan pembuatan karya.

1. Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout)
Program ini sering digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

  • Adobe FrameMaker
  • Adobe In Design
  • Adobe PageMaker
  • Corel Ventura
  • Microsoft Publisher
  • Quark Xpress

2. Aplikasi Pengolah Vektor/Garis
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung. Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

  • Adobe Illustrator
  • Beneba Canvas
  • CorelDraw
  • Macromedia Freehand
  • Metacreations Expression
  • Micrografx Designer

3. Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun begitu, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggapa sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik.
Yang termasuk dalam aplikasi ini adalah:

  • Adobe Photoshop
  • GIMP
  • Corel Photo Paint
  • Macromedia Xres
  • Metacreations Painter
  • Metacreations Live Picture
  • Micrografx Picture Publisher
  • Microsoft Photo Editor
  • QFX
  • Wright Image

4. Aplikasi Pengolah Film/Video
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah film dalam berbagai macam format. Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, dll) juga dapat diolah menggunakan program ini. Umumnya, pemberian efek khusus (special effect) seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dan lain-lain juga dapat dibuat menggunakan aplikasi ini. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:

  • Adobe After Effect
  • Power Director
  • Show Biz DVD
  • Ulead Video Studio
  • Adobe Premier
  • Easy Media Creator
  • Pinnacle Studio Plus
  • WinDVD Creater
  • Nero Ultra Edition

5. Aplikasi Pengolah Multimedia
Program yang termasuk dalam kelompok ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk Multimedia berisi promosi, profil perusahaan, maupun yang sejenisnya dan dikemas dalam bentuk CD maupun DVD. Multimedia tersebut dapat berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan lebih interktif dan menarik.
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

  • Macromedia Authorware
  • Macromedia Director
  • Macromedia Flash
  • Multimedia Builder
  • Ezedia
  • Hyper Studio
  • Ovation Studio Pro

Semoga dari tulisan di atas dapat memberi jawaban atas pertanyaan siswa saya di kelas dan juga dapat menjadi panduan bagi guru-guru yang mengampu jurusan atau program keahlian Multimedia. Ringkas kata, program keahlian Multimedia sedikit banyak mirip dengan jurusan DKV (Design Komunikasi & Visual)  di jenjang D3 dan S1. SMK dengan program keahlian Multimedia (mungkin)  bukan (melulu) SMK Design Grafis tapi kompetensi dan keahlian design-mendesign ini akan menjadi awal berkualitasnya atau tidaknya produk Multimedia yang akan dihasilkan nanti.

Selamat berkreasi dan terima kasih.

Read more...

Menjadi Apakah Siswa Kita?

Tulisan ini dikutip dari tulisan Kurnia Yahya pada Group Facebook MGMP - Multimedia & TKJ SMK.

1. Pengembang Web (Web Development)

  • HTML
  • PHP & MySQL
  • CMS Developer
  • Web Designer & Publishing


2. Pengembang Multimedia (Multimedia Development)

  • Adobe Flash


3. Rumah Produksi Sinema/Film (Production House)

  • Adobe Premiere
  • Adobe After Effect
  • Adobe Audition
  • Sony Foundry


4. Industri Media dan Periklanan (Media and Advertisement)

  • Adobe Photoshop
  • Adobe Ilustrator
  • Adobe InDesign
  • 3D Studio Max, Cinema 4D
  • Corel DRAW


5. Teknisi Komputer (Computer Maintenance)

  • Hardware & Software
  • Networking


Kompetensi pendukung :

  • Script Writing
  • Basic design
  • Multimedia Marketing
  • Production Equipment
  • Audio Video Technique
  • Technopreneur
  • Production Planning


Bukankah menjadi luar biasa kalo siswa kita bisa semua kompetensi diatas?

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

AS SEEN ON FACEBOOK

smkbisa

Selamat datang di web site resmi SMK Negeri 1 Bojongsari - Purbalingga. SMK Negeri pertama yang berjurusan Multimedia di Purbalingga dan satu-satunya SMK dengan program keahlian kuliner atau Jasa Boga di Purbalingga.

  1. KOMENTAR
  2. TAG
  3. TOP

Akan segara dibuka kompetensi keahlian baru di SMK Negeri 1 Bojongsari
PERHOTELAN

UPDATE STATUS

AGENDA SEKOLAH

No events

box down Kompilasi materi untuk Latihan Ujian Nasional beserta tryout UN & Ujian Sekolah untuk Kompetensi Keahlian Multimedia sudah dapat didownload.

NETWORKED BLOGS

KARYA SISWA

Karya Siswi Busana Butik SMKN 1 Bojongsari

29-01-2016 Hits:851 Karya Siswa Busana Butik Reza Pahlevi - avatar Reza Pahlevi

Karya Siswi Busana Butik SMKN 1 Bojongsari

Karya siswa dan siswi SMK selama belajar di bangku sekolah akan selalu menjadi kebanggaan para pembuatnya. Karena memang lulusan SMK...

Komik, Goresan Pena Siswa SMK

17-12-2014 Hits:1797 Karya Siswa Multimedia Reza Pahlevi - avatar Reza Pahlevi

Komik, Goresan Pena Siswa SMK

Namanya Hary Adha Prabowo, dari kelas XII M1 SMK Negeri 1 Bojongsari kompetensi keahlian Multimedia. Bidang keahlian yang menonjol adalah...

BROSUR PPDB

SMK Negeri 1 Bojongsari Purbalingga membuka Pedaftaran Peserta Didik Baru untuk tahun pelajaran 2017-2018. Brosur PPDB tahun ini dapat di-download pada gambar di bawah :

Brosur SMKN1Bojongsari 2017 DEPAN CETAK

Brosur SMKN1Bojongsari 2017 DALAM CETAK

Klik kanan lalu Save Image as.. untuk download brosur dalam resolusi sebenarnya.

KONTAK

SMK Negeri 1 Bojongsari
Jl. Raya Bojongsari
Kec. Bojongsari - Desa Bojongsari
Purbalingga - Jawa Tengah 53362
Telp. (0281) 659-6989
E-mail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.  

Sign In or Create Account